Pandanglah hamparan sawah padi yang menghijau. Padi yang tertiup oleh semilir angin. Petani yang menabur benih dengan harapan akan tumbuh subur dan memberi hasil yang banyak.
Ketika hari telah petang. Matahari akan masuk ke peraduannya. Lihatlah kaki langit, di sana kita akan melihat rona merah tanda matahari tanda awal senja.
Berjalanlah dengan kaki yang diciptakan oleh Allah. Sampai bila kita sampai ke tepi sungai, renungkan betul-betul airnya yang jernih, yang mengalir entah sejak kapan. Ketika airnya mengalir di celah-celah batu dan masuk ke lopak-lopak dibawahnya. Terus mengalir ke laut.
Di sana, ikan-ikan bermain memakan lumut. Ikan-ikan itu tidak pernah tahu sama sekali ada dunia lain yang dinamakan daratan.
Di
malam hari, di kala manusia telah memejamkan mata, dan seluruh binatang
ternak telah masuk kandangnya masing-masing. Yang tinggal hanya suara
jangkrik sedang berzikir. Cobalah bangun dari pembaringan. Keluar dari
rumah kita dan lihatlah langit. Kita akan lihat bintang-bintang gemerlap
di sana sini. Ada tumpukan awan yang berarak perlahan. Bulan pun
seperti menyungging senyum manisnya kepada malam yang gulita.
Kumpulkan
semua ingatan kita terhadap segala tindak-tanduk sepanjang siang hari
tadi. Ridhakah Allah kepada kita atau durhakakah kita kepada Allah?
Pejam mata dan ingatlah siapa diri kita. Bandingkanlah diri kita dengan
alam ciptaan Allah. Diri kitakah yang besar atau dunia tempat berpijak
ini lebih besar? Kalau nyata alam ini lebih besar dari diri kita, maka
sadarilah bahwa dirimu sangat kerdil, Allah-lah Yang Maha Agung.Lantunkanlah do’a perlahan di dalam hati. Mohonkan kekuatan dari-Nya untuk diri kita yang lemah dan tak memiliki kekuatan atau daya apapun, kecuali bila Allah yang memberikannya. Tanamkan kuat-kuat dalam hati, bahwa kita mutlak membutuhkan bantuan Allah. Dan karenanya, kita tak boleh sedetikpun menjauh dari-Nya



Tidak ada komentar:
Posting Komentar