Siluet Hidup


Hidup terasa indah justru ketika kita mampu keluar dari permainan yang penuh dengan resiko sebagai pemenang
Memanfaatkan waktu dan menikmatinya akan mendorong sang pemberani untuk tampil kemuka...apapun resikonya
Tidak ada satu gerakpun dimuka bumi ini tanpa resiko
Mereka yang mencoba menghindari resiko adalah manusia pengecut yang yang melawan fitrah alamiah

You will grow to love the wordly life and hate death







Sabtu, 31 Desember 2011

Jiwa Ditengah Malam



        Pandanglah hamparan sawah padi yang menghijau. Padi yang tertiup oleh semilir angin. Petani yang menabur benih dengan harapan akan tumbuh subur dan memberi hasil yang banyak.

Ketika hari telah petang. Matahari akan masuk ke peraduannya. Lihatlah kaki langit, di sana kita akan melihat rona merah tanda matahari tanda awal senja.
Berjalanlah dengan kaki yang diciptakan oleh Allah. Sampai bila kita sampai ke tepi sungai, renungkan betul-betul airnya yang jernih, yang mengalir entah sejak kapan. Ketika airnya mengalir di celah-celah batu dan masuk ke lopak-lopak dibawahnya. Terus mengalir ke laut.

Di sana, ikan-ikan bermain memakan lumut. Ikan-ikan itu tidak pernah tahu sama sekali ada dunia lain yang dinamakan daratan.

Di malam hari, di kala manusia telah memejamkan mata, dan seluruh binatang ternak telah masuk kandangnya masing-masing. Yang tinggal hanya suara jangkrik sedang berzikir. Cobalah bangun dari pembaringan. Keluar dari rumah kita dan lihatlah langit. Kita akan lihat bintang-bintang gemerlap di sana sini. Ada tumpukan awan yang berarak perlahan. Bulan pun seperti menyungging senyum manisnya kepada malam yang gulita.

Kumpulkan semua ingatan kita terhadap segala tindak-tanduk sepanjang siang hari tadi. Ridhakah Allah kepada kita atau durhakakah kita kepada Allah? Pejam mata dan ingatlah siapa diri kita. Bandingkanlah diri kita dengan alam ciptaan Allah. Diri kitakah yang besar atau dunia tempat berpijak ini lebih besar? Kalau nyata alam ini lebih besar dari diri kita, maka sadarilah bahwa dirimu sangat kerdil, Allah-lah Yang Maha Agung.

Lantunkanlah do’a perlahan di dalam hati. Mohonkan kekuatan dari-Nya untuk diri kita yang lemah dan tak memiliki kekuatan atau daya apapun, kecuali bila Allah yang memberikannya. Tanamkan kuat-kuat dalam hati, bahwa kita mutlak membutuhkan bantuan Allah. Dan karenanya, kita tak boleh sedetikpun menjauh dari-Nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Read more: http://yudayudawan.blogspot.com/2011/08/blog-widget-burung-terbang-twitter.html#ixzz1k3TQagZu