Siluet Hidup


Hidup terasa indah justru ketika kita mampu keluar dari permainan yang penuh dengan resiko sebagai pemenang
Memanfaatkan waktu dan menikmatinya akan mendorong sang pemberani untuk tampil kemuka...apapun resikonya
Tidak ada satu gerakpun dimuka bumi ini tanpa resiko
Mereka yang mencoba menghindari resiko adalah manusia pengecut yang yang melawan fitrah alamiah

You will grow to love the wordly life and hate death







Senin, 26 Desember 2011

Bapakku Bicara

Anakku,
    Cinta tidak buta melainkan hanya melihat apa yang berarti
hmmmmmmmmm...................... belum lepas ingatan ayah,ketika suaramunyaring lepas dari rahim ibumu.Ketika langkah-lanhkah tertatih,engkau memburu rindu kemudian berbaring manja dipelukan ibumu.Berceloteh memilih kata yang lucu,dan sesekali mengadu dengan iringan tangismu.alangkah cepatnya waktu berlalu.satu persatu rumah ini ditinggal penghuninya.Kakak-kakamu berangkat untuk menguji dirinya memenuhi panggilan syariat agama.
     Tinggal dirimu yang ayah nanti untuk mengarungi biduk indahnya dunia.Ayah tidak memaksa kapan akan kau penuhi janjimu melengkapi separuh surga dunia.
Jangan pernah kau tengok kebelakang jangan kau tengok pula pantai gersang yang ada dibelakangmu.karena didepan sana,yahhh didepan sana dimana biduk mengarah,terhampar pantai harapan.Bakar dan hanguskan masa lalumu.lumat dan campakkan segala jerat nafsu yang merayu untuk tetap menoleh kebelakang.
Nak.....
     jangan kau ragu untuk merengkuh samudra luas.karena dengan iman kau kayuh bidukmu,dan dengan ilmu akan engkau rengkuh samudra lepas.Rengkuhlah tujuan dan tinggalkan tempat bertolak.
Aku terdiam.apa yang harus aku jawab? kalau aku berkata belum,pastia dia kecewa.Kalau aku berkata sudah,berarti aku telah berdusta.
kupandang raut wajahku
menembus segala ceritra masa lalu dan segala cita yang belum lagi mau terwujud
album lama aku buka,dan setiap gambar bercerita
bukan bernostalgia,tetapi betapa jiwaku terpana
waktu telah memburu dan mengukir hidup tanpa rencana
lama batinku mengharap jumpa
dengan Engkau wahai kekasih abadi
telah lupa apa makna doa
telah habis untaian kata
untuk mewujud dalam harap
kian kusebut kian tak berarti

seharusnya aku lama mencari arti
tapi ruang dadaku selalu penuh
jelaga kehidupan
menutup cahaya jiwaku
lama batinku menangis
meratapi harapan jumpa
dengan Engkau Wahai Kekasih Pasti
Kalau ada waktuku
ingin cangkir jiwa tumpah dan kosong
wajah dancintamu kekasih
biarlah menutupi seluruh piala jiwaku
  
pesan Bapak dan doa Bapak

     Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo’akannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta …
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Tuhanku,

aku mohon supaya putraku jangan dipimpin di atas jalan yang mudah dan lunak
tapi di bawah tekanan dan desakan, kesulitan dan tantangan
didiklah putraku supaya teguh berdiri diatas badai
serta berbelas kasihan kepada mereka yang gagal

bentuklah putraku menjadi manusia yang hatinya jernih, yang cita-citanya tinggi
putra yang sanggup memimpin dirinya sendiri sebelum berhasrat memimpin orang lain
putra yang menjangkau hari depan namun tak melupakan yang lampau

dan setelah itu menjadi miliknya
Aku mohon putraku juga diberi perasaan jenaka, supaya ia bisa serius
tanpa menganggap dirinya terlampau serius
beri juga ia kerendahan hati  
supaya ia ingat kepada kesederhanaan dan keagungan asli
Terima kasih Bapak
Ayah aku tak mampu melukis
gambaran dirimu
maafkanlah..!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Read more: http://yudayudawan.blogspot.com/2011/08/blog-widget-burung-terbang-twitter.html#ixzz1k3TQagZu